Beda TOEFL ITP dan iBT untuk Syarat LPDP – Panduan Lengkap untuk Calon Penerima Beasiswa

LPDP merupakan salah satu lembaga beasiswa paling bergengsi di Indonesia. Setiap calon penerima beasiswa wajib membuktikan kemampuan bahasa Inggris melalui sertifikat resmi. Dalam konteks ini, TOEFL menjadi salah satu pilihan utama karena diakui secara resmi dan diterima LPDP. Fakta terbaru menunjukkan bahwa LPDP menerima baik TOEFL ITP maupun TOEFL iBT. Namun, standar skor yang ditetapkan berbeda tergantung pada jenjang dan program studi yang dipilih. Oleh karena itu, calon peserta harus memahami perbedaan kedua tes sebelum mulai mempersiapkan diri.

Banyak calon peserta bingung memilih tes yang tepat karena keduanya resmi dan memiliki pengakuan LPDP. Dengan memahami Beda TOEFL ITP dan iBT untuk Syarat LPDP, peserta dapat menyesuaikan strategi belajar secara lebih efektif. Misalnya, mereka yang memilih TOEFL ITP perlu fokus pada Listening, Reading, dan Structure & Written Expression, sedangkan peserta TOEFL iBT harus melatih empat kemampuan, termasuk Speaking dan Writing. Selanjutnya, strategi belajar yang terstruktur membantu peserta meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam menjawab soal.

Selain itu, persiapan awal juga mengurangi kecemasan saat menghadapi tes. Peserta yang terbiasa dengan format soal akan lebih percaya diri dan mampu mengelola waktu dengan baik. Oleh karena itu, pemula sebaiknya membuat jadwal belajar yang mencakup latihan soal, pembahasan kosakata, serta simulasi tes lengkap. Artikel ini bertujuan memberikan panduan komprehensif mengenai perbedaan TOEFL ITP dan iBT, standar skor LPDP, serta tips persiapan agar calon penerima beasiswa mampu meraih skor optimal dan memaksimalkan peluang lolos seleksi.

Mengapa Memahami Perbedaan TOEFL ITP dan iBT Penting

Banyak calon penerima beasiswa menganggap TOEFL sulit karena mereka tidak memahami perbedaan kedua tes. TOEFL ITP dan TOEFL iBT berbeda secara signifikan dari segi format dan kemampuan yang diuji. TOEFL ITP menguji Listening, Structure & Written Expression, dan Reading, sedangkan TOEFL iBT mengukur empat kemampuan bahasa Inggris: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Oleh karena itu, memahami perbedaan ini menjadi langkah penting bagi setiap calon peserta sebelum menentukan strategi belajar.

Dengan pemahaman yang tepat, peserta bisa menyesuaikan fokus belajar mereka. Misalnya, peserta yang memilih TOEFL iBT perlu berlatih Speaking dan Writing secara intensif. Sebaliknya, peserta TOEFL ITP dapat mengalokasikan waktu lebih pada Listening dan Reading. Selanjutnya, strategi belajar yang terstruktur terbukti meningkatkan skor lebih signifikan dibanding metode belajar yang acak dan tidak terencana.

Data terbaru menunjukkan bahwa TOEFL iBT lebih diakui secara internasional, sehingga sangat penting bagi peserta yang menargetkan studi luar negeri. Sementara itu, TOEFL ITP lebih sering digunakan untuk keperluan dalam negeri, termasuk persyaratan LPDP. Oleh karena itu, mengetahui Beda TOEFL ITP dan iBT untuk Syarat LPDP membantu peserta membuat keputusan yang tepat dan mempersiapkan diri dengan optimal.

Selain itu, peserta yang memahami format soal dan jenis pertanyaan dapat bekerja lebih efisien, menghemat waktu, serta mengurangi stres saat menghadapi tes. Dengan begitu, mereka bisa lebih percaya diri dan fokus pada strategi untuk mencapai skor maksimal. Memahami perbedaan kedua tes sekaligus menyiapkan strategi belajar yang sesuai merupakan kunci sukses bagi calon penerima beasiswa LPDP.

Perbandingan TOEFL ITP dan TOEFL iBT

TOEFL ITP

TOEFL ITP merupakan tes berbasis kertas yang digunakan untuk kebutuhan internal institusi, termasuk LPDP. Tes ini mengukur tiga aspek utama: Listening, Structure & Written Expression, dan Reading Comprehension. Durasi tes sekitar 2–2,5 jam. Skor berada pada skala 310–677.

Kelebihan TOEFL ITP antara lain proses lebih cepat dan mudah diakses, serta peserta tidak perlu mengerjakan bagian Speaking. Namun, tes ini tidak menilai kemampuan berbicara secara langsung, sehingga kurang ideal untuk keperluan studi internasional tertentu.

TOEFL iBT

TOEFL iBT adalah tes berbasis komputer yang digunakan secara global. Tes ini mengukur empat kemampuan bahasa Inggris: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Durasi sekitar 3–4 jam, dan skor berada pada skala 0–120.

Kelebihan TOEFL iBT adalah menguji kemampuan berbicara dan menulis, sehingga lebih lengkap. Tes ini diakui secara internasional dan diterima oleh banyak universitas luar negeri. Kekurangannya adalah membutuhkan persiapan lebih intensif, durasi lebih panjang, dan jadwal tes terbatas di beberapa kota.

Standar Skor TOEFL LPDP

LPDP menetapkan standar skor berbeda untuk masing-masing jenjang:

  • Magister dalam negeri: TOEFL ITP ≥ 500, TOEFL iBT ≥ 61 
  • Magister luar negeri: TOEFL iBT ≥ 80 
  • Doktor dalam negeri: TOEFL ITP ≥ 530, TOEFL iBT ≥ 70 
  • Doktor luar negeri: TOEFL iBT ≥ 94 

Peserta harus menyesuaikan target skor dengan program yang dituju. Memahami standar ini membantu calon penerima beasiswa menentukan jenis tes yang paling sesuai.

Tips Memilih Tes yang Tepat

  1. Pilih TOEFL ITP jika hanya membutuhkan skor untuk LPDP dalam negeri. 
  2. Pilih TOEFL iBT jika rencana studi adalah universitas internasional atau luar negeri. 
  3. Evaluasi kemampuan sendiri sebelum menentukan jenis tes. 
  4. Buat strategi belajar sesuai format tes yang dipilih. 

Dengan tips ini, peserta bisa fokus mempersiapkan bagian yang paling menentukan skor dan menghindari pemborosan waktu belajar.

Strategi Persiapan TOEFL Sesuai Jenis Tes

Persiapan TOEFL ITP

  • Fokus pada Reading, Listening, dan Structure & Written Expression. 
  • Latihan soal dan simulasi tes berbasis kertas. 
  • Perkuat kosakata akademik agar lebih mudah memahami teks dan soal. 

Persiapan TOEFL iBT

  • Fokus ke empat kemampuan: Reading, Listening, Speaking, Writing. 
  • Gunakan latihan berbasis komputer, rekam Speaking, praktik menulis esai. 
  • Latihan simulasi tes lengkap agar terbiasa dengan durasi dan format. 

Kesalahan Umum Calon Pendaftar LPDP

  1. Tidak mengecek standar skor sesuai jenjang dan program. 
  2. Menggunakan sertifikat non-resmi atau prediksi skor. 
  3. Mengabaikan keterampilan Speaking dan Writing jika memilih TOEFL iBT. 
  4. Persiapan terlalu fokus pada satu bagian saja. 

Menghindari kesalahan ini membantu peserta memaksimalkan peluang lolos seleksi LPDP.

Contoh Jadwal Persiapan 4–6 Minggu

  • Minggu 1–2: Fokus kosakata dan grammar dasar 
  • Minggu 3–4: Latihan Reading & Listening untuk ITP / Speaking & Writing untuk iBT 
  • Minggu 5–6: Simulasi tes lengkap, evaluasi kelemahan, latihan intensif 

Jadwal ini membantu peserta membagi waktu belajar secara efektif dan memastikan semua bagian tes terlatih.

TOEFL ITP dan iBT sama-sama diterima LPDP, namun memiliki perbedaan signifikan. Memilih tes yang tepat memengaruhi strategi belajar dan peluang lolos seleksi. Persiapan terstruktur, latihan konsisten, dan pemahaman standar skor meningkatkan efektivitas belajar. Memahami Beda TOEFL ITP dan iBT untuk Syarat LPDP membantu calon peserta menentukan tes yang sesuai dan memaksimalkan hasil.

Konsultasi dan Pendaftaran

Konsultasikan persiapan TOEFL melalui fullbrightinstitute.com atau WhatsApp 085255499299. Dapatkan bimbingan khusus agar target skor LPDP tercapai secara optimal.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *